Selain faktor historis dan simbolik, pertimbangan teknis juga disebut berpengaruh terhadap perubahan tanggal tersebut. Suhu ekstrem pada bulan Juni dinilai kurang mendukung pelaksanaan perayaan nasional berskala besar. Februari, dengan kondisi cuaca yang lebih bersahabat, dianggap lebih memungkinkan untuk menggelar kegiatan publik seperti parade dan perayaan terbuka.
Sejak penetapan itu, 25 Februari menjadi simbol resmi Hari Nasional Kuwait. Perayaan tahunan tidak hanya merefleksikan kemerdekaan negara, tetapi juga penghormatan terhadap kepemimpinan yang membentuk arah perjalanan bangsa.
Dengan demikian, meskipun kemerdekaan Kuwait secara formal diproklamasikan pada 19 Juni 1961, tanggal 25 Februari dipilih sebagai representasi penghargaan terhadap tonggak kepemimpinan yang dinilai menentukan lahirnya Kuwait modern.