DETIKMERDEKA - Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki fase krusial. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah konflik yang terus memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam konferensi pers di Pentagon pada Selasa 31 Maret 2026, Hegseth menegaskan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk melakukan serangan balasan, meski telah mengalami tekanan militer besar dari operasi gabungan AS dan Israel. Ia bahkan menyebut bahwa otoritas Iran saat ini berada dalam kondisi yang melemah.
“Iran tahu situasinya. Dan secara militer, hampir tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikan ini,” ujar Hegseth, seperti dilansir CGTN.
Meski demikian, ia mengakui potensi serangan balasan tetap ada. “Mereka mungkin akan menembakkan beberapa rudal, tapi kita siap untuk mencegat dan menjatuhkannya,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hegseth juga tidak menutup kemungkinan keterlibatan lebih jauh militer AS, termasuk opsi pengiriman pasukan darat. Presiden Donald Trump, menurutnya, masih mempertimbangkan berbagai skenario yang ada.