Indonesia sebagai Pilar Ketahanan Energi Dunia, Presiden Korea Tekankan Peran Strategis RI

April 1, 2026 - 15:49
Presiden Republik Korea Lee Jae Myung melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada Rabu, 1 April 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
1 dari 2 halaman

DETIKMERDEKA — Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi krusial dalam menjaga ketahanan energi global sekaligus stabilitas dunia di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Rabu, 1 April 2026, yang menandai penguatan hubungan strategis antara kedua negara, khususnya di sektor energi dan ekonomi.

Dalam keterangannya, Presiden Lee menilai Indonesia sebagai mitra kunci yang mampu menyediakan pasokan energi secara stabil, terutama melalui komoditas seperti gas alam cair (LNG) dan batu bara. Stabilitas pasokan ini dinilai sangat penting bagi Korea Selatan dalam menghadapi ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik dan fluktuasi ekonomi dunia.

Lebih jauh, Lee menekankan bahwa kerja sama Indonesia dan Korea Selatan tidak hanya berlandaskan kepentingan ekonomi, tetapi juga nilai-nilai bersama seperti demokrasi, perdagangan bebas, serta komitmen terhadap tatanan dunia berbasis aturan. Dalam situasi global yang penuh tekanan, menurutnya, kemitraan semacam ini menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas internasional.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.