DETIKMERDEKA - Musik keroncong menjadi salah satu warisan budaya di Indonesia yang terbentuk melalui proses panjang sejak abad ke-16, berawal dari pengaruh Portugis hingga berkembang sebagai musik populer di berbagai kalangan masyarakat.
Keroncong dikenal dengan irama khas yang lembut serta penggunaan alat musik petik sederhana. Sejarahnya tidak lepas dari kedatangan bangsa Portugis ke Nusantara yang membawa tradisi musik mereka, termasuk fado, yang kemudian berinteraksi dengan budaya lokal.
Dalam proses tersebut, masyarakat mulai mengadaptasi alat musik petik kecil yang dikenal sebagai cuk dan cak. Bunyi khas yang dihasilkan, yakni “crong-crong”, diyakini menjadi asal-usul istilah “keroncong”.
Perkembangan awal musik ini banyak ditemukan di wilayah pesisir, terutama di Kampung Tugu, Jakarta, yang menjadi tempat bermukimnya komunitas keturunan Portugis. Dari wilayah ini, keroncong mulai dikenal dan berkembang secara turun-temurun.