Dasterpreneur: Fenomena Seragam Rumahan Menghasilkan Cuan dari FB Pro

March 29, 2026 - 16:17
Ilustrasi Jualan di Sosmed
1 dari 3 halaman

Penulis : Dewi Anjarsari, Mahasiswa Manajemen, Universitas Pamulang

DETIK MERDEKA - Ada pemandangan baru yang menarik di beranda media sosial kita, khususnya Facebook. Jika dulu lini masa dipenuhi foto liburan estetis ala anak muda atau debat politik yang kaku, kini wajah media sosial semakin "membumi". 

Kita melihat seorang ibu dengan rambut dicepol, wajah tanpa riasan, dan tentu saja mengenakan daster batik, sedang sibuk mengulek sambal atau melipat tumpukan baju yang menggunung.

Namun, jangan salah sangka. Mereka bukan sedang sekadar pamer rutinitas membosankan. Di sudut layar, sering kali tertera label "Kreator Digital". Di balik kesederhanaan penampilan itu, ada mesin ekonomi yang sedang bekerja keras. Inilah era lahirnya para "Dasterpreneur".

Fenomena ini meledak seiring dengan populernya fitur Facebook Profesional (FB Pro), yang memungkinkan akun personal melakukan monetisasi konten. Tiba-tiba, "seragam rumahan" yang dulunya identik dengan ranah domestik yang tertutup, kini menembus pasar digital yang tak terbatas.

Mengapa Daster Begitu Kuat?

Ada yang menarik di sini. Di era di mana citra visual (estetika) sering kali dianggap segalanya, para dasterpreneur justru menang dengan menyuguhkan realitas tanpa filter.

Daster adalah simbol kenyamanan, kejujuran, dan keaslian hidup seorang ibu rumah tangga. Ketika seorang ibu berdaster membagikan tips menghemat uang belanja atau tutorial memasak menu 20 ribu rupiah untuk sekeluarga, penonton merasa terhubung. Tidak ada jarak. Ada rasa senasib sepenanggungan yang kuat di sana.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.