Perebutan Kendali dan Dinamika Kekuasaan
Memasuki abad ke-16, kawasan ini menjadi target ekspansi Portugis. Mereka membangun benteng di Pulau Hormuz untuk mengamankan monopoli jalur perdagangan laut antara Asia dan Eropa. Kekuasaan Portugis di wilayah tersebut kemudian ditantang oleh kekuatan Persia dengan dukungan Inggris pada abad ke-17. Dalam perkembangan selanjutnya, Inggris memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas jalur pelayaran Teluk hingga awal abad ke-20 (Floor, 2006).
Beberapa pulau yang terletak di sekitar selat ini seperti Pulau Hengam, Pulau Hormuz, dan Pulau Qishm menambah dimensi strategis kawasan, baik dari sisi ekonomi maupun pertahanan (World Atlas).
Signifikansi Global
Dalam konteks modern, Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk melewati perairan ini sebelum menuju pasar internasional. Karena itu, setiap ketegangan politik di kawasan tersebut hampir selalu berdampak langsung terhadap stabilitas pasokan dan harga energi global (Encyclopaedia Britannica; National Geographic).