DETIKMERDEKA - Iran belum mampu membuka kembali Selat Hormuz secara penuh. Jalur pelayaran strategis itu masih dibayangi ranjau laut yang belum seluruhnya ditemukan.
Laporan The New York Times yang terbit pada Jumat, 10 April 2026 menulis, Iran kesulitan melacak dan menyingkirkan ranjau tersebut. Kondisi ini membatasi lalu lintas kapal di kawasan itu.
Pejabat Amerika Serikat mengatakan Iran belum memiliki kemampuan memadai untuk membersihkan ranjau dengan cepat. Situasi ini membuat jalur pelayaran belum sepenuhnya aman.
Iran sebelumnya memasang ranjau laut menggunakan kapal kecil. Langkah itu dilakukan setelah pecah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Dampaknya langsung terasa pada penurunan jumlah kapal tanker yang melintas.
Gangguan di Selat Hormuz ikut mendorong kenaikan harga energi global. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute utama distribusi minyak dunia.