DETIKMERDEKA - Di tengah dominasi mobil-mobil baru dengan desain futuristik dan teknologi serba digital, kehadiran Panther justru terasa seperti anomali. Bentuknya kaku, tampilannya sederhana, dan suaranya yang khas diesel lama sering dianggap terlalu berisik untuk standar kendaraan modern.
Stigma sebagai mobil tua tak pernah benar-benar lepas dari Panther. Ia kerap dipandang sebagai kendaraan “lama tapi masih dipakai,” identik dengan kesan konservatif dan jauh dari kata prestisius. Di bursa mobil bekas, Panther bukan pilihan utama bagi mereka yang mengejar gaya atau fitur mutakhir.
Namun penilaian itu berubah ketika pembicaraan bergeser dari tampilan ke ketahanan.
Panther justru dikenal luas karena daya tahannya. Mesin dieselnya punya reputasi kuat, tangguh dipakai bertahun-tahun, dan relatif mudah dirawat. Banyak pemilik menyebut mobil ini jarang rewel, bahkan setelah usia pakainya melewati satu dekade lebih.
Julukan “makin tua, makin bandel” lahir dari pengalaman panjang para pengguna, bukan sekadar slogan komunitas. Semakin lama dipakai, Panther dianggap justru semakin teruji. Selama perawatan dasar dijaga oli rutin, filter bersih, dan bahan bakar sesuai mobil ini tetap bisa diandalkan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jauh.