Pemerintah Klaim Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tetap Kuat, Tumbuh di Atas 5,5 Persen
DETIKMERDEKA - Pemerintah menegaskan bahwa kinerja ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 tetap menunjukkan tren positif di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja pemerintah bersama jajaran kabinet dan pimpinan lembaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut diperkirakan mampu menembus angka minimal 5,5 persen. Angka ini dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih solid.
Menurut Airlangga, salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan tersebut adalah kuatnya konsumsi rumah tangga. Ia menjelaskan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan porsi mencapai lebih dari separuh total ekonomi nasional.
Selain itu, kinerja fiskal juga turut memperkuat fondasi ekonomi. Hingga akhir Maret 2026, penerimaan pajak tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 14,3 persen atau mencapai Rp462,7 triliun. Di sisi lain, sektor manufaktur juga menunjukkan ekspansi yang konsisten.
Tak hanya dari sisi fiskal dan konsumsi, pemerintah juga menyoroti kondisi ketahanan pangan nasional yang relatif stabil. Produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,7 juta ton, sementara cadangan beras pemerintah melalui Bulog berada di kisaran 4,6 juta ton.