Jaksa Agung menuturkan bahwa dari beliau (Nabi Ibrahim AS), kita diajarkan betapa pentingnya mempertahankan dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala, dengan meneladani keikhlasan dan kepasrahan berkurban tanpa keraguan demi menjalankan perintah Allah Subhanahu Wata’ala.
" Atas dasar keteladanan tersebut, setidaknya terdapat tiga makna penting peringatan Idul Adha," ujarnya
Makna berkurban, pertama adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, Kedua, dengan berkurban manusia diajarkan untuk saling berbagi dengan sesama dan ketiga, keikhlasan dari manusia diuji terutama dari sifat rakus dan tamak akan harta dunia yang mereka senangi
Jaksa Agung ST Burhanuddin menambahkan, bahwa penyembelihan hewan kurban tidak semata sebagai ritual simbolik belaka untuk menggugurkan kewajiban bagi yang mampu, guna berbagi daging hewan kurban kepada orang-orang yang berhak
“Lebih dari itu, penyembelihan hewan kurban ini harus dimaknai untuk meningkatkan soliditas dan solidaritas, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya bagi sesama insan Adhyaksa," kata Burhanuddin
" Dengan meningkatkan jiwa korsa untuk kebaikan dan keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, khususnya dalam mewujudkan keadilan di tengah masyarakat,” tegasnya