Di ronde berikutnya, promo gadget viral di TikTok,FOMO bilang “harus punya untuk gaya”, tapi berpikir kritis menanyakan “Apa benar-benar dibutuhkan? Ada ulasan negatifnya gak? Ada alternatif lebih hemat?” Hasilnya, pilihan rasional tanpa penyesalan.
Kesimpulannya, berpikir kritis mengalahkan FOMO sepenuhnya di era media sosial tak berujung, karena mengutamakan keuntungan jangka panjang daripada dorongan sesaat!
Hack dan Pemenang
Kita udah tahu siapa pemenangnya, berpikir kritis menjadi juara jangka panjang di tengah kekacauan digital ini, asalkan dilatih secara konsisten seperti latihan otak.
Tips praktisnya adalah coba untuk hentikan sejenak selama 10 detik sebelum mengambil keputusan akibat scroll, tanyakan pada diri sendiri "apa bukti nyata bahwa ini bagus, bukan sekadar FOMO?", lalu catat tingkat keberhasilan pilihan kamu di aplikasi catatan, kemudian bandingkan sukses versus kegagalan.
Secara bertahap, FOMO akan kalah telak, dan kehidupan kamu lebih terarah tanpa dorongan impulsif!
(***)
Referensi
Prudential. (n.d.). FOMO: Memahami penyebab dan strategi mengatasinya dengan bijak. https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/apa-itu-fomo/prudential
Gramedia. (n.d.). Critical thinking.
https://www.gramedia.com/best-seller/critical-thinking/prudential
Penulis: Kathyrine Rosalia Susanti - Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG Surabaya)