Diperlukan sebuah pola pikir untuk mengevaluasi dan menganalisis kebenaran dari informasi tersebut.
Orang dengan kemampuan berpikir kritis juga akan lebih tepat dalam mengambil sebuah keputusan terhadap masalah yang sedang dihadapi.
Critical thinking bukan sekedar “mikir dulu”, dibalik itu ada sistem lengkap buat nyelamatin kita dari impulsif.
Sebagai orang yang berpikir kritis, kita gak bisa asal percaya atau ikutin suatu hal/trend waktu lihat story temen atau yang viral di media sosial, kaya Tiktok atau Instagram.
Dari pada langsung percaya, critical thinking justru ajarin untuk cross-check sumbernya; “siapa yang post? Ada bukti apa? Research dulugak?”.
Kita bisa pake cara CRAAP test (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose), berikut penjelasan singkat yang bantu kamu lebih paham:
- Currency (Kebaruan) Informasinya masih update nggak? Jangan sampai pakai data lama buat bahas isu yang terus berubah.
- Relevance (Kesesuaian) Isinya nyambung nggak sama topik atau kebutuhan kita? Jangan keburu percaya kalau sebenarnya nggak relevan.
- Authority (Sumber) Yang bikin atau nulis siapa? Sumbernya jelas, ahli, atau asal posting?
- Accuracy (Keakuratan) Datanya ada bukti dan rujukannya nggak? Bisa dicek ke sumber lain atau nggak?
- Purpose (Tujuan) Informasi ini tujuannya ngasih info, promosi, atau malah ngegiring opini?
Setiap pilihan perlu ditimbang untung-rugi yang sederhana, contonya: "keuntungan hari ini vs besok? pas sama rencana kita atau gak kira-kira?" Alasan mengapa berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk menghadapi FOMO.
Karena itu membuat kita menjeda dulu sebelum menekan 'beli sekarang' gara-gara promo cepat atau ikut tren viral.
Ada ruang buat menilai "perlu beneran gak?", serta mengatasi kecenderungan otak yang suka pilih info pro-FOMO saja (misal baca testimoni bagus doang), tapi berpikir kritis nyuruh kita untuk cari tau sisi negatifnya supaya ga termakan tipuan palsu.
Head to Head Battle
Sudah paham kedua kontestan utama kita kan? sekarang kita bandingkan langsung: FOMO versus berpikir kritis dalam situasi nyata kehidupan Gen Z.
Bayangkan kamu sedang melihat postingan Instagram teman yang memamerkan tiket konser K-pop eksklusif.
FOMO jelas mendorong untuk segera membeli, sehingga dompet kosong dan membuat kita merasa menyesal karena tugas kuliah tertunda.
Namun, dengan berpikir kritis, kamu bakal berhenti sejenak buat mikir “berapa anggaran aku ya kira-kira? apa udah sesuai tujuan jangka panjang? Ada opsi streaming gratis?” Akhirnya, uang dialokasikan untuk kursus online yang lebih bermanfaat buat karir.