Penulis: Kathyrine Rosalia Susanti - Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG Surabaya). Artikel ini ditulis untuk memenuhi tugas dari Drs.Widiyatmo Ekoputro, M.A. sebagai pengampu mata kuliah Logic and Critical Thinking
Critical Thinking vs Fomo: Siapa yang Menang di Era Scroll Endless? Pernah gak ketika kamu sedang asik melihat story di media sosial teman-teman, lalu melihat unggahan seseorang yang sedang berada di cafe populer baru.
Sehingga impulsif ikut serta meskipun kamu tahu besok pagi ada kuis kuliah, dan berujung kamu terlambat bangun? Itulah FOMO yang sedang memanipulasi pikiran kamu secara halus!
Masalah ini makin sering dirasakan oleh banyak orang di era digital seperti sekarang ini, terutama bagi gen-z kaya kita. Terkadang perasaan cemas/panik akan tertinggal trend lebih menguasai diri.Impulsif yang sulit dikontrol cenderung megalahkan logika berpikir kita dalam mengambil keputusan.
Tapi bagaimana jadinya kalau critical thinking berhasil kuasain kamu dan lawan si impulsif di era aliran konten tak berujung ini? Siapa kira-kira yang bakal jadi juara diakhir? Spill rahasianya disini.
Yuk sekarang kita bedah dulu masalah utamanya, yaitu FOMO yang bikin kacau kegiatan sehari-hari karena endless scroll, siap eksplor?
Kenalan Sama FOMO di era endless scroll
FOMO sendiri adalah singkatan dari “Fear of Missing Out” yang menggambarkan perasaan seseorang ketika takut ketinggalan sesuatu yang penting dan menarik.
Contohnya seperti seperti acara sosial, aktivitas, kesempatan kerja, atau bahkan tren terbaru yang sedang ramai dibicarakan di media sosial atau pengalaman yang sedang dialami orang lain.
Perasaan FOMO ini cenderung bikin seseorang merasa gak tenang, gak puas sama pencapaiannya, bahkan iri sama orang lain. Sederhananya FOMO bikin kamu ketagihan scroll nonstop, pengen up-to-date semua hal terus-menerus dan ikut-ikutan hype, padahal gak semua hal cocok/relevan sama kebutuhan atau kebiasaan asli kita.
Critical Thinking Senjata Anti-FOMO
Nah kamu udah tau kan gimana polanya FOMO? Sekarang giliran senjata rahasia kita muncil buat lawan FOMO, yaitu Critical Thinking!
Salah satu skill yang wajib kita punya di era serba modern ini adalah critical thinking atau proses berpikir tajam untuk menghadapi segala sesuatu yang muncul di media sosial.
Critical thinking ajarin kita verifikasi informasi yang diterima, tanya "ini beneran worth it?", dan pisahin Biar nggak cuma ikut-ikutan tren, tapi tahu mana yang beneran worth it.
Biasanya ketika seseorang memiliki kemampuan berpikir kritis, maka orang tersebut akan jauh lebih pandai dalam mengambil keputusan, penerima informasi, pemecahan masalah, dan hal lain.
Garis besarnya critical thinking merupakan kemampuan yang digunakan untuk berpikir lebih jernih dan rasional terhadap apa yang harus dilakukan maupun terhadap apa yang harus dipercaya.
Bisa juga dimaknai sebagai kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan menilai informasi secara logis dan objektif.