Yang mesti digarisbawahi adalah program makan siang gratis memang produk politik, namuna saat sampai ke bawah, tiba ke masyarakat, harus jauh dari praktik politik politisasi setingkat kabupaten/kota. Sebab program makan siang gratis akan menjadi progam andalan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelajar dan menciptakan daya dorong pertumbukan ekonomi kelas bawah. Masyarakat dalam kontek petani lokal, pedagang lokal serta pelaku usaha kelas menengah ke bawah mesti terus dilindungi dari tangan-tangan jahil yang sejak hari ini telah mengintip peluang untuk dapat bermain serong di balik program makan siang gratis.
Tentu, dalam upaya menyukseskan program makan siang gratis secara tepat sasaran membutuhkan perjuangan politik kerakyatan yang tidak semudah membalik telapak tangan. Terlebih praktik kompromi politik antara birokrat dan pemodal semakin menguat seiring meningkatnya praktik politik padat modal.
Atas tantangan yang besar itulah program makan siang gratis harus terus dikawal dan diberikan masukan, baik dalam tahapan pembentukan kebijakan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi atas nama kepentingan rakyat.
Rasionalnya, mengapa di negara lain program makan siang gratis dapat berjalan dengan lancar dan sukses? Lantas bagaimana di Indonesia?
Oleh Zulfata
Chief Executive Officer (CEO) Media Katacyber.com