Pada posisi ini, cara main dan aturan main pelaksanaan program makan siang gratis mesti membuka peluang bagi warga daerah setempat di mana sekolah yang mendapat program makan siang gratis berada. Dapat dibayangkan betapa bergeliatnya ekonomi lokal saat setiap sekolah di kabupaten/kota meningkatkan permintaan komoditas warga lokal, apakah itu di sektor pertanian seperti sayur-sayuran, buah-buahan, perikanan, beras lokal hingga jasa lainnya.
Dalam pelaksanaan ini pula, setiap daerah mesti mampu mengawal agar pelaksana atau badan pelaksana program makan siang gratis tidak menjadi ladang baru korupsi di tingkat lokal.
Hadirnya program makan siang gratis harus dipandang sebagai peluang peningkatan ekonomi kerakyatan oleh pemerintah daerah. Sehingga pemerintah daerah jangan sempat menjadi “penghalang” penguatan ekonomi lokal berbasis multi efek program makan siang gartis.
Demikian halnya dengan kepala dinas pendidikan, kepala sekolah hingga guru, jangan sempat gagal fokus dari tugas pokok dan fungsinya saat program makan siang gratis berjalan secara massif. Upaya tenaga pendidik yang ingin mencari pekerjaan sampingan melalui program makan siang gratis mesti dihindari dan ditutup rapat-rapat. Garis pembatas dan fungsi antara penyuplai bahan baku, pelaksana hingga penerima manfaat harus diatur secara jelas dan tegas.
Semangat penguatan ekonomi lokal mesti dijadikan motivasi bersama dalam merumuskan program makan siang gratis di seluruh wilayah Indonesia. Siapa yang mengawasi dan siapa yang melaksanakan mesti dijamin untuk bebas dari praktik gratifikasi atau kompromi politik-koruptif. Hasil panen petani lokal atau produk lokal mesti menjadi prioritas dalam mengisi kebutuhan makan siang gratis.
Keberadaan program makan siang gratis telah membuka ruang bagi terjalinnya kolaborasi efektif antara rakyat sebagai petani, pedagang, penyedia jasa dengan birokrat pemerintah daerah. Partisipasi publik, terutama di kalangan masyarakat desa serta insan pers tidak boleh lengah. Tanpa partisipasi publik yang terdampak seperti petani lokal, pedagang lokal atau pedagang tradisional, maka praktik oligarki level daerah akan menelan program makan siang gratis melalui berbagai jejaring tim sukses politiknya.