Jangan Abai, Kenali Kanker Ovarium Lewat 10 Hal Ini
DETIKMERDEKA.COM- Data Globocan tahun 2020 menunjukkan bahwa kanker ovarium menduduki peringkat ketiga sebagai kanker paling mematikan pada kalangan perempuan di Indonesia.
Dilansir dari laman femina.co.id, Rabu (26/7/23) Jumlah kasusnya mencapai 14.896 dan menyebabkan 9.581 kematian pada perempuan. Hanya 20% dari pasien kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal, dan 94% di antaranya berhasil mencapai harapan hidup lebih dari lima tahun.
Kanker ovarium menyerang jaringan indung telur atau ovarium, oleh karena itu siapa pun yang terlahir dengan indung telur dapat menderita kanker ovarium. Selain itu, kanker ovarium adalah penyakit yang bisa diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi kanker ovarium pada tahap awal untuk memperoleh harapan hidup yang lebih panjang dan kualitas hidup yang lebih baik.
Menurut dr.Toto Imam Soeparmono, SpOG, K.Onk, MH, Dokter Spesialis Ginekologi Onkologi, mengatakan terkait Kampanye 10 Jari yang diinisiasi oleh AstraZeneca, Cancer Information and Support Center (CISC). Kementerian Kesehatan RI dan Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kanker ovarium,
" Kanker ovarium dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, terutama jika ada anggota keluarga yang pernah menderita kanker ovarium atau kanker lainnya seperti kanker payudara, prostat, kolorektal, maupun kanker rahim. Penyakit ini menjadi tantangan terbesar bagi para ahli onkologi ginekologi karena tidak menunjukkan gejala yang spesifik pada stadium awal, melainkan baru menunjukkan gejala pada stadium lanjut di mana sel kanker telah menyebar ke organ lain.”ucapnya
Oleh karena itu, dr. Toto menyarankan para perempuan untuk mendeteksi kanker ovarium sejak dini dengan mengenali faktor risiko dan gejala awalnya. Selain itu, penting bagi individu yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau payudara untuk melakukan pemeriksaan genetik.
Melalui Kampanye 10 Jari, perempuan Indonesia diundang untuk mengenali gejala dini dan faktor risiko kanker ovarium, demi mendapatkan perawatan yang tepat dari tenaga kesehatan serta kualitas hidup yang lebih baik.