Dengan situasi dan kondisi ini pula sejatinnya apa yang dinyatakan pasukan partai Nasdem bukan saja akan menghargai proses hukum, tetapi tidak ada kata lain untuk membela kadernya yang telah menjadi koruptor di tengah semarak teriak restorasi dari Sabang sampai Merauke
Meskipun apa yang dialami JGP merupakan resiko politik sebagai elite partai dan sekaligus berada di kabinet yang nuansa politisnya sangat tinggi menjelang pilpres 2024
Sisi lainnya, kita patut bersyukur atas kejadian ini, bukan berarti merayakan atas duka yang dialami oleh keluarga besar partai Nasdem, melainkan wujud syukur karena publik masih bisa melihat secara langsung dan mengukur sejauh mana kredibilitas dan moralitas pemimpinnya (menteri), di mana nafsu birahi politik memperkaya diri dan mitra politiknya tidak sedang benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat
Pada posisi ini pula, jargon koalisi perubahan itu telah gugur sendirinya dengan peristiwa yang dialami Partai Nasdem hari ini melalui terjadinya JGP sebagai tersangka korupsi BTS Kominfo Rp.8 Triliun
Dengan situasi ini pula, para pendukung Anies Baswedan bakal capres 2024 yang diusung Nasdem patut merefleksikan diri bahwa dengan jargon atau melalui kata-kata manis, atau narasi yang seolah-olah populer-akademis tidak bisa membuktikan kenyataan yang sesungguhnya
Jangan-jangan Anies Baswedan melalui kendaraan politiknya “Nasdem” hari ini bukan sedang memperkuat gerakan restorasi yang benar-benar restorasi, tetapi justru menjadi pelanjut korupsi bertopeng restorasi
Oleh : Zulfata (Pemimpin Redaksi Majalah Pedagang Merdeka)