DETIKMERDEKA — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran belanja negara yang tidak produktif merupakan langkah krusial untuk mencegah pemborosan sekaligus menutup celah korupsi dalam pengelolaan keuangan negara.
Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang disiarkan bersama sejumlah pakar dan jurnalis, Prabowo mengungkap bahwa langkah efisiensi tahap awal telah berhasil menghemat anggaran hingga Rp308 triliun dari pemerintah pusat. Ia menilai, tanpa kebijakan tersebut, dana tersebut berpotensi besar disalahgunakan.
Menurut Prabowo, banyak pos belanja selama ini bersifat tidak esensial dan cenderung dibuat-buat. Ia menyebut pengeluaran tersebut sebagai praktik yang berisiko mengarah pada tindak pidana korupsi jika tidak segera dihentikan.
Lebih jauh, Prabowo menyoroti persoalan struktural dalam efisiensi ekonomi nasional melalui indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Ia menyebut angka ICOR Indonesia berada di kisaran 6,5, jauh di atas negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia yang berada di level 4, serta Vietnam di angka 3,6.