Restorasi Korupsi
DETIKMERDEKA.COM- Sekitar tahun 2015, ada seorang Ketua Umum partai politik, konglomerat media dan juga dianggap sebagai sosok yang mengusung Koalisi Perubahan pada pilpres 2024
Sosok tersebut dianggap akan membubarkan partai yang baru dibentuknya jika kader-kader partai tersebut terjerat kasus korupsi. Demikianlah etalase restorasi yang selalu digaungkan oleh partai tersebut
Sederhananya, konsep atau jargon restorasi tersebut tampak membawa angin segar bagi gerakan politik perubahan yang akan menyasari publik dalam berpolitik. Dalam perjalan waktunya, spirit restorasi tersebut seolah-olah bernalar kritis, progresif dan anti korupsi
Ibarat kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Barangkali inilah yang cocok ketika melihat fenomena partai yang dimaksud ketika dihubungkan dengan menjadinya tersangka Menteri Kominfo RI JGP
Nama JGP menjadi sejarah baru dalam kabinet Presiden Jokowi yang menterinya tersangka korupsi, dengan tidak menyebutnya sebagai “tumbal koalisi”
Dalam konteks ini pula satu sisi memang di masa Presiden Jokowi dapat dianggap penegakan hukum tidak hanya tumpul ke bawah, tetapi juga tajam ke atas
Meskipun demikian, anggapan JGP ditangkap karena memiliki irisan dengan retaknya hubungan Surya Paloh dengan Jokowi setelah adanya deklarasi koalisi perubahan yang mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024 oleh Partai Nasdem