Namun demikian, anggapan publik masih saja ada yang mencuat bahwa dengan partai Nasdem menyediakan kendaraan kepada Anies, dianggap akan meningkatkan perolehan jumlah kursi kepada Partai Nasdem
Hal itu secara politis mamang merupakan langkah strategis yang dianggap wajar. Namun demikian, hal yang di atas bukanlah pokok pikiran dari tulisan ini, tetapi kajian ini berupaya untuk mempertegas kepada publik bahwa ada suatu yang harus digarisbawahi bahwa mampukah harapan idealisme atau perubahan perbaikan politik nasional yang dipidatokan Anies saat Anies berada di bawah kendali politik Surya Paloh?
Anggap saja pembaca harus mengedepankan sikap berbaik sangka, namun pembaca juga harus mampu menjawab secara jujur dan rasional ketika melihat rekam jejak politik Surya Paloh, bahwa apakah Surya Paloh dengan seutuhnya menyerahkan urusan politik kepada Anies dalam konteks pilpers 2024
Selanjutnya, Sudah berapa kalikah jumlah argumentasi politik Surya Paloh yang tidak konsisten dalam menyampaikan argumentasi politiknya di ruang publik?
Tentu penulis tidak ingin egois dalam menjawab dari renteten pertanyaan tersebut. Adalah sebuah penalaran yang demokratis ketika pembaca dapat langsung menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan di atas
Dalam komunikasi politik memang pesan, gagasan, propaganda, intrik, gimmick hingga bentuk persuasif dalam menarik simpati rakyat mampu merubah bahkan mencuci otak publik. Sehingga seorang yang lincah merusak demokrasi pada suatu momen dapat dianggap seolah-olah sebagai pahlawan demokrasi
Terlebih saat ini kondisi demokrasi Indonesia bukan saja sedang tidak baik-baik saja, melainkan sudah menampakkan tidak ada lagi tanda-tanda untuk mengarah pada penguatan nilai dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat
Dengan tidak langcang menyebutkan demokrasi Indonesia telah di awal mati seiring reformasi birokrasi. Melainkan demokrasi hari ini adalah puncak dari oligarki, oleh oligarki dan untuk oligarki
Pada kondisi ini secara tidak langsung ingin mengonfirmasi apakah pembaca yakin ketika ada konsep dan harapan politik yang disampaikan Anies dalam berbagai pidato politik pencitraannya akan lepas begitu saja dengan kepentingan politik Surya Paloh yang bukan saja sebagai ketua umum partai politik berbasis tatakelola “penunjukan/bukan demokratis”? Juga Surya Paloh masih aktif menguasai beberapa titik pertambangan di negeri ini?