Benar bahwa naik atau turunnya harga bahan pokok pada satu sisi dapat dianggap sebagai suatu keniscayaan dalam praktik ekonomi, terlebih dampak perang Ukraina dan Rusia masih mempengaruhi perekonomian dalam negeri. Sisi lainnya, upaya untuk terus memperkuat agar perkembangan harga bahan pokok mesti terus kita perjuangkan secara bersama-sama. Spirit inilah yang barangkali disebut sebagai penguatan politik stabilisasi harga bahan pokok berbasis gotong-royong
Ada peran optimalisasi kinerja pemerintah di sana, ada kolaborasi dengan pedagang pasar di situ, hingga terbangunnya sebuah ekosistem politik kerjasama dalam mewujudkan sistem politik ekonomi peduli rakyat
Selama memimpin APPSI, saya melihat, posisi pemerintah Indonesia tampak sedang berada pada sikap penuh komitmen dan terus fokus menyelesaikan persoalan politik dari sisi hulu agar tidak berdampak buruk di sisi hilir. Sebagai asosiasi pedangang pasar, tempatnya berhimpun para pedagang pasar di seluruh Indonesia, kita berada di posisi tengah (tidak terlalu di hulu dan tidak teralu di hilir), namun pada posisi sedemikian APPSI tetap selalu menjadi garda terdepan dalam membantu kinerja pemerintah Indonesia terkait menyukseskan segala program yang berpihak kepada pedagang pasar dan masyarakat kelas menengah ke bawah
Demikian sebaliknya, dengan berbagai pengalaman ikut terlibat dalam proses membela pedagang pasar dan menjadi saksi pada kasus kelangkaan minyak goreng pada waktu lalu. Berangkat dengan pengalaman dan kinerja ini pula kita tetap optimis bahwa tatakelola mulai dari beras, kedelai, minyak goreng dan seterusnya akan dapat benar-benar efektif dalam mendorong hadirnya kesejahteraan rakyat. Sebab, dengan berkelanjutannya stbilisasi harga bahan pokok di level pasar tradisional merupakan bagian dari bukti nyata bahwa kesejahteraan rakyat semakin menguat. Demikian sebaliknya
Oleh : Sudaryono Ketua Umum DPP APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia)