Foto Ruhollah Khomeini
2 dari 2 halaman
Pada 16 Januari 1979, Shah meninggalkan Iran di tengah tekanan politik yang tak terbendung. Dua minggu kemudian, Khomeini kembali dari pengasingan dan disambut jutaan pendukung. Melalui referendum nasional, Iran resmi menjadi Republik Islam dengan sistem Wilayat al-Faqih, yakni kepemimpinan tertinggi di tangan ulama.
Revolusi ini berdampak luas secara global. Hubungan Iran–Amerika Serikat memburuk tajam, terutama setelah krisis penyanderaan di Kedutaan Besar AS di Teheran. Sejak saat itu, Iran tampil sebagai aktor penting dengan identitas politik Islam yang tegas, sekaligus simbol perlawanan terhadap dominasi Barat di kawasan Timur Tengah.