3 dari 3 halaman
Ketika azan magrib berkumandang, pelataran mendadak hening. Semua orang berhenti pada momen yang sama, lalu perlahan tersenyum, meraih air, dan menyantap makanan pertama.
Ngabuburit di Istiqlal bukan sekadar menunggu waktu berbuka. Ada rasa kebersamaan yang hangat.
Orang-orang dari berbagai daerah duduk berdampingan, berbagi tempat, bahkan berbagi makanan.
Ramadan di masjid terbesar Asia Tenggara ini terasa seperti perjalanan spiritual, sederhana namun penuh makna.[]