Program MBG Perkuat Gizi Siswa dan Ekonomi Petani Lokal

February 13, 2026 - 21:11
Dok. Detik Merdeka
2 dari 3 halaman

Ia menuturkan, sebelumnya penghasilan dari bertani kacang-kacangan tidak menentu, bahkan paling tinggi hanya sekitar Rp100 ribu per hari. Setelah memasok kebutuhan dapur MBG, pendapatannya meningkat hingga tiga kali lipat menjadi sekitar Rp300 ribu per hari tanpa biaya distribusi tambahan.

Menurut Samuel, keberadaan MBG juga berdampak pada semangat belajar anak-anak. Mereka kini berangkat sekolah tanpa harus menahan lapar.

Sebagai Ketua Gapoktan Bina Kasih, Samuel berinisiatif mengatur pola tanam petani agar penyerapan komoditas lebih merata dan berkelanjutan. Para petani dibagi untuk menanam berbagai komoditas seperti kacang panjang, buncis, sawi, wortel, kol, mentimun, jagung, labu siam, hingga kentang dan buah-buahan.

Total terdapat 21 petani yang tergabung dalam Gapoktan Bina Kasih yang tersebar di sembilan desa. Saat ini mereka memasok kebutuhan sayuran ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadi Wano.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.