Tekanan yang terus meningkat akhirnya memaksa Mohammad Reza Pahlavi meninggalkan Iran pada 16 Januari 1979. Beberapa minggu kemudian, Ayatollah Khomeini kembali ke Teheran dan disambut jutaan massa.
Kembalinya Khomeini menandai berakhirnya monarki dan lahirnya sistem baru: Republik Islam Iran. Iran berubah dari negara sekuler menjadi negara dengan sistem wilayat al-faqih, di mana ulama memegang otoritas tertinggi dalam pemerintahan.
Perubahan ini membawa dampak besar, baik di dalam negeri maupun global. Iran memutus hubungan strategis dengan Amerika Serikat dan Barat. Gaya hidup liberal yang sebelumnya ada di era Shah menghilang, digantikan aturan ketat berbasis hukum Islam. Banyak pendukung monarki dan kelompok oposisi disingkirkan dari panggung politik.