DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menggelar rangkaian rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada hari Minggu 09/03/26. Rapat yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis nasional maupun internasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, dalam satu hari Presiden memimpin lima rapat berbeda dengan memanggil sejumlah menteri terkait untuk memberikan laporan perkembangan program pemerintah.
Menurut Teddy, salah satu topik utama yang dibahas adalah perkembangan pembangunan 10 kampus baru yang difokuskan pada penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta pendidikan kedokteran. Pemerintah ingin memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia melalui pengembangan pendidikan tinggi yang lebih kompetitif.
Selain itu, Presiden juga meminta laporan terkait upaya peningkatan kualitas sejumlah perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing di tingkat global. Penguatan kerja sama dengan universitas-universitas terkemuka dunia menjadi salah satu strategi yang didorong dalam agenda tersebut.
Isu geopolitik internasional juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Presiden meminta pembaruan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah serta potensi dampaknya terhadap dinamika geopolitik kawasan dan kepentingan Indonesia.
Selain membahas situasi global, rapat juga menyinggung program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina yang menempuh studi di Universitas Pertahanan (Unhan). Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Palestina.
Topik lain yang turut dibahas adalah kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri. Presiden meminta jajaran terkait memastikan keamanan, kelancaran transportasi, serta kesiapan infrastruktur bagi masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman.
Rapat yang digelar di Hambalang ini menjadi bagian dari upaya Presiden untuk memastikan berbagai program prioritas pemerintah berjalan sesuai rencana, sekaligus merespons dinamika global yang dapat berdampak pada stabilitas nasional.













