Pentingnya Sikap Kritis dan Bijak Merespon Gelombang Digitalisasi

December 23, 2025 - 12:02
Digitalisasi - Ilustrasi
3 dari 3 halaman

“Integrasi latihan berpikir kritis dalam kegiatan sehari-hari sebagai strategi utama menghadapi tantangan digital. Dengan pendekatan ini, teknologi dapat digunakan secara produktif dan tidak menyesatkan,” Wijanarka (2023) 

Digitalisasi yang berkembang pesat tanpa refleksi kritis berpotensi menciptakan masyarakat yang pasif dan mudah terpengaruh informasi yang tidak valid. Berpikir logis dan kritis menjadi kebutuhan mendesak agar individu mampu menilai kebenaran dan relevansi informasi. 

Wijanarka (2023) menekankan bahwa keterampilan ini adalah modal utama menghadapi era disruptif digital. 

Oleh karena itu, penguatan pendidikan kritis dan literasi digital harus menjadi prioritas. Dengan demikian, manusia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pemikir yang rasional dan bertanggung jawab.

Referensi

Rojabi, M. A. (2025). Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika. Afdan Rojabi Publisher.
Sihotang, K. (2019). Berpikir kritis: Kecakapan hidup di era digital. PT Kanisius.


Profil Penulis: M Dhaffa Raditya Shany – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, UNTAG Surabaya. Tugsa ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah dibawah bimbingan Dosen, Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.
 

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.