DETIKMERDEKA - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memaparkan perkembangan pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan upaya penguatan ketahanan pangan nasional menuju swasembada beras.
Pemaparan tersebut disampaikan Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3). Ia menyebut kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi yang transparan kepada publik sekaligus meluruskan berbagai disinformasi dan hoaks yang beredar di masyarakat maupun media sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Qodari menyoroti dua program yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, yakni layanan Cek Kesehatan Gratis dan penguatan produksi pangan nasional.
“Progres dua program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa kebijakan yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujar Qodari.
Ia menjelaskan bahwa sepanjang 2025, program CKG telah menjangkau sekitar 70 juta penerima manfaat. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan program tersebut dapat menjangkau 130 juta masyarakat atau sekitar 46 persen dari total penduduk Indonesia.
Hingga 8 Maret 2026, tercatat sebanyak 13.826.978 orang telah mendaftar untuk mengikuti layanan CKG, dengan 13.051.027 orang di antaranya telah menerima manfaat. Pada periode Januari hingga Februari 2026 saja, layanan kesehatan tersebut telah menjangkau lebih dari 10,5 juta peserta.
Program tersebut dilaksanakan di ribuan fasilitas kesehatan tingkat pertama di seluruh Indonesia.