Ia menjelaskan sejarah kemerdekaan Republik Indonesia yang sempat mengalami kekalahan oleh penjajah lantaran tidak memiliki teknologi militer yang canggih.
"Meskipun demikian, karena hebatnya Pancasila dan perjuangan para tokoh serta do'a para nabi, Indonesia bisa merdeka dan diberikan segala-galanya", paparnya.
Dosen pertama Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri yang menembus Harvard Law School Amerika Serikat itu juga memberikan motivasi kepada santri untuk terus belajar berbagai aspek ilmu untuk menghadapi tantangan masa depan.
Ia bahkan menceritakan perjalanan hidupnya, yang pernah menjadi santri di salah satu Pondok Pesantren di Pacitan, Jawa Timur.
"Saya berpesan kepada santri, untuk terus belajar memahami dan menekuni semua ilmu-ilmu baik eksak, teknologi, bahasa asing dan lainnya", imbaunya.
Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Ir. Prakoso, M.M melaporkan kegiatan tersebut juga telah memberikan bantuan 100 paket sembako untuk keluarga yang terdampak stunting.