Maming memaparkan musim hujan ini ditandai dengan aliran angin monsun Asia, yakni angin pembawa uap air dari Benua Asia, yang menandai musim hujan di RI.
Kebalikannya adalah angin monsun Australia yang kering yang menandai musim kemarau.
" Musim hujan sedang puncak yaitu apa ditandai dengan monsunnya yang yang sudah konsisten, monsun Asianya sudah konsisten," jelasnya.
"Nah monsun Asia ini ditandai dengan angin Baratan. Jadi kalau wilayah DKI Jakarta dia anginnya itu sudah mulai Baratan atau dari barat laut maka itu bisa kita katakan monsunnya itu sudah aktif," imbuhnya.
Untuk puncak musim hujannya, Miming memprediksi itu akan terjadi di awal tahun 2024.
"Nah ketika monsun [Asia] sudah aktif periode Desember Januari Februari sudah bisa dipastikan itu sudah mulai full-nya periode musim penghujan," tandas dia.