El Nino di Indonesia Masih Berlangsung Hingga Januari atau Februari

November 17, 2023 - 20:48
Foto.Dok: Istimewa
2 dari 3 halaman

Sementara jika El Nino terjadi di musim hujan, fenomena ini akan membuat musim hujan lebih mundur. Kemudian, musim hujan juga akan mengalami curah hujan yang lebih rendah dari biasanya.

"Dampaknya untuk wilayah DKI Jakarta itu adalah salah satunya nanti musimnya agak mundur untuk musim hujannya kekeringannya agak panjang gitu," ucap dia.

Selain El Nino, Miming juga menyoroti nasib fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang juga menyumbang kondisi kering yang dialami sebagian besar wilayah Indonesia.

"El Nino yang saat ini berdampak pada puncak kekeringan yang cukup panjang di wilayah Indonesia secara umum ini sebenarnya masih aktif hingga periode awal tahun Januari Februari," ujarnya.

Ketika El Nino terjadi di musim kemarau, dampaknya adalah puncak kekeringan yang lebih panjang dan lebih intens. Selain itu, musim kemarau juga bisa terjadi lebih panjang

"Dampaknya untuk wilayah DKI Jakarta itu adalah salah satunya nanti musimnya agak mundur untuk musim hujannya kekeringannya agak panjang gitu," ucap dia.

Seperti El Nino, fenomena IOD positif juga diperkirakan masih ada meski telah memasuki musim hujan. BMKG dan beberapa pusat iklim dunia bahkan memprediksi IOD positif akan bertahan hingga akhir 2023.

IOD sendiri merupakan fenomena iklim yang terjadi di Samudra Hindia. IOD didefinisikan sebagai perbedaan suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature/SST) antara wilayah Timur dan Barat Samudra Hindia.

Sementara itu, El Nino merupakan fenomena pemanasan muka air laut di Samudera Pasifik yang berdampak pada penurunan curah hujan global, termasuk di Indonesia.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.