El Nino di Indonesia Masih Berlangsung Hingga Januari atau Februari
DETIKMERDEKA.COM,- Fenomena iklim pengering hujan El Nino masih berlangsung saat musim hujan tiba di sebagian besar wilayah Indonesia, salah satunya Jabodetabek. Hal ini disebut membuat dampaknya mulai berkurang
"Khusus wilayah Jabodetabek, karena kita sudah mulai memasuki awal musim penghujan di November ini maka dampak El ninonya ini sudah mulai berkurang," ujar Miming Saepudin, Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG di acara Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan di Provinsi DKI Jakarta secara daring,Jumat (17/11/2023).
BMKG sejak awal tahun memprediksi El Nino terutama menguat pada Agustus, September, Oktober, dan berdampak khususnya di wilayah bagian selatan khatulistiwa, termasuk Jawa hingga Nusa Tenggara.
Efeknya adalah kekeringan karena amat jarang kena hujan.
Berdasarkan data terbaru BMKG, berbagai indek menunjukkan El Nino pada level moderat. Yakni, Southern Oscillation Index (SOI) pada angka -10.2, dan Indeks NINO 3.4 pada angka +1.62.
Miming melanjutkan El Nino di Indonesia masih akan berlangsung hingga Januari atau Februari 2024. BMKG dan beberapa pusat iklim dunia bahkan memprediksi El Nino pada level moderat bisa bertahan hingga April 2024.
"El Nino yang saat ini berdampak pada puncak kekeringan yang cukup panjang di wilayah Indonesia secara umum ini sebenarnya masih aktif hingga periode awal tahun Januari Februari," ujarnya.
Ketika El Nino terjadi di musim kemarau, dampaknya adalah puncak kekeringan yang lebih panjang dan lebih intens. Selain itu, musim kemarau juga bisa terjadi lebih panjang.