Pada tahap selanjutnya, sesuatu yang viral dengan cepat akan menjadi efek bola salju yang menggelinding pada kekuasaan. Sehingga kekuasaan tertentu seakan bergetar dan merespons sesuatu yang viral di ruang publik.
Boleh jadi ketika subjek kekuasaan merespons sesuatu yang viral merupakan bagian ketulusan mengabdi dan bekerja, dan boleh jadi pula merespons yang viral dianggap sebagai panggung poitik pencitraan dan politik popularitas yang perlu ditindaklanjuti.
Benar bahwa ada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan menguatnya pengadilan netizen. Boleh jadi yang merasa terganggu tersebut adalah cenderung dari kalangan pejabat publik atau pengusa tertentu. Hal ini dianggap wajar karena padanya terdapat anggapan tertentu pula pengadilan netizen ini dianggap sesuatu yang nyinyir dan dapat membatasi ruang gerak bagi pejabat publik saat hendak bermain serong atau berkhianat
Atas kondisi bernegara seperti ini pula sejatinya upaya-upaya untuk memperkuat politik hukum viral ini patut terus disambut baik, terutama untuk menciptakan keadilan bagi rakyat, terutama dari berbagai pelosok daerah di negeri ini (bukan saja Lampung yang patut dibangun setelah viral).
Soal ada pejabat publik yang merasa terdzalimi karena viral tersebut, hal ini dapat pula dianggap sebagai resiko mengemban jabatan publik di era digital yang serba canggih seperti yang kita alami saat ini
Oleh : Zulfata (Direktur Kartika Cendekia Nusantara/KCN)