Pengadilan Netizen untuk Para Pejabat
DETIKMERDEKA.COM- Kriminal oleh anak pejabat, arogansi penyelenggara negara, pamer harta pejabat, gratifikasi, golongan anti kritik, kesenjangan pembangunan hingga turunnya mobil presiden RI di jalan berlubang di Lampung merupakan bentuk dari proses pengadilan netizen.
Tanpa berbelit-belit, tanpa calo atau sogok menyogok, pengadilan netizen dapat berjalan secara efektif hanya dengan satu cara yang disebut viral.
Viral barangkali telah menjadi banyak incaran warganet (warga internet) yang hari ini kehadirannya tidak mungkin dihindari, bahkan dapat “menjadi-jadi”.
Melalui internet dan berbagai aplikasi media sosial yang dimiliki rakyat secara tidak langsung telah menciptakan suatu mahkamah yang menyisir berbagai perilaku yang patut dihukum dan proses mengadilinya berlangsung dengan cepat. Sehingga tidak heran ketika ada banyak penjabat yang dicopot bahkan dipercepat proses masuk penjaranya dikarenakan telah viral dan disorot banyak publik.
Di tengah badai kelam atau ketidaktajaman penegakan hukum di Indonesia, kini rakyat seakan menempuh sikapnya sendiri dalam berkontribusi untuk mengefesiensikan penegakan dan mengawasan hukum oleh publik.
Sehingga fenomena #NoViralNoJustice adalah fenomena yang tak terbantahkan bagi potret politik hukum di Indonesia hari ini.
Memang melalui internet, media sosial (medsos), telah menjadikan dunia tanpa batas. Telah menjadikan penyebaran informasi tanpa sekat ruang dan waktu. Namun pada kondisi sedemikian pula seakan ruang gerak para pejabat menjadi sempit, gerak geriknya mudah terlacak, gaya hidupnya terendus, kelakuan anak dan istri para pejabat terus terpantau oleh publik.
Beberapa dari dampak itu pula tidak sedikit pejabat di republik ini dicopot bahkan bersarang di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).