Dampak Turunnya Tingkat Kunjungan dan Nilai Transaksi di Pasar Rakyat, Mulai Terlihat, 30% - 50% Kios Tutup
"Kalaupun masih ada yang bertahan, mereka melakukan rasionalisasi pegawainya dari awal 4 sampai 5 orang, kini tersisa hanya menjadi 1 orang, sebagaimana dilakukan oleh Pak Pujo salah seorang pedagang pakaian di Pasar Baru Kota Bandung. Menurutnya, sudah tidak mampu bayar pedagang,” Ucap Nandang
Kasus Subang merupakan salah satu contoh nyata dampak rendahnya nilai transaksi yang terjadi di dalam pasar pasca Covid mereda.
Lebih lanjut Nandang menegaskan, bahwa kondisi ini sebenarnya telah dimuat dalam majalah APPSI, PEDAGANG MERDEKA, dan di rilis di beberapa media online, tapi sepertinya pemerintah daerah Kabupaten / Kota sebagai pihak yang mempunyai wewenang dalam urusan rumah tangga pasar cenderung abai dan rendah kepedulian.
Semua pedagang di pasar pasar yang telah di kunjungi, rendahnya nilai transaksi di pasar, rata rata berkesimpulan sebagai akibat daya beli yang rendah.
Dari sekian pihak terkait yang merespon cepat atau laporan kondisi yang terjadi di dalam pasar, hanyalah Dinas Indag Jabar, dengan melalui cara Joining a Zomm Meeting bersama 7 Kota yang pasarnya menjadi pantauan Kementerian Perdagangan RI, tapi dari 7 Kota tersebut, cenderung membuat laporan asal bagus dan bapak atau ibu senang.