DETIKMERDEKA.COM- Semua sektor ekonomi, kecuali industri dan jasa layanan kesehatan mengalami penurunan aktifitas dan kemampuannya sebagai dampak dari wabah Covid 19, yang menerapkan pembatasan sosial dan interaksi antar sesama
Khusus untuk kondisi pasar rakyat / tradisional penurunan terjadi sebelum Covid 19, meski masih dapat bisa dipikul oleh para pedagang. Artinya, penurunan saat ini sudah memasuki level kritis bagi keberlangsung entitas pasar dan pedagang pasar.
Titik kritis dapat dilihat dari nilai transaksi harian para pedagang hampir di seluruh pasar yang ada di Jawa Barat.
Kondisi meredanya wabah Covid 19, memberikan harapan baru akan mulai kembali tumbuhnya nilai transaksi minimal pada level sebelum Covid 19 melanda.
Momen Nataru yang telah berlalu, awalnya merupakan harapan besar terjadinya marema sebagaimana pada momen Nataru sebelum Covid 19.
Namun harapan itu berlalu dengan meninggalkan pilu di ulu, tak ada lonjakan pembeli malah cenderung sepi. Mungkin boleh dikatakan momen Nataru tahun ini adalah satu satunya nataru dengan harga barang kebutuhan pokok terkendali sangat baik. Lantaran tidak ada permintaan besar.
Penurunan nilai transaksi bukan hanya di alami oleh pedagang bahan pokok, tetapi juga dirasakan oleh para pedagang kecil kuliner yang biasa menjajakan dagangannya di kaki kaki lima.