Pertentangan yang terjadi antara kedua negara tersebut menimbulkan suatu persaingan yang menyangkut bidang politik, ekonomi, koalisi militer, persenjataan, dan lain-lain.
Saat itu, Amerika Serikat merasa khawatir dengan perkembangan komunisme di Uni Soviet dan memprihatikan pemerintah tirani pemimpinnya, yaitu Joseph Stalin. Mereka pun takut dominasi Uni Soviet menjadi ancaman bagi politik dan ekonomi Amerika Serikat.
Sementara itu, Uni Soviet tidak menyukai sikap Amerika Serikat yang seolah menganaktirikan mereka dalam komunitas internasional.
Kedua negara itu menginginkan dominasi seluas mungkin dalam jangka internasional.
Hal ini bisa terlihat dalam Marshall Plan, program perencanaan pembangunan ekonomi dari Amerika Serikat untuk negara-negara yang terkena dampak Perang Dunia II.
Tampak Amerika Serikat berusaha untuk memperkuat pengaruhnya ke negara-negara Blok Barat dengan mengirimkan bantuan. Walaupun sebenarnya Marshal Plan bertujuan untuk mengurangi penderitaan melalui penanaman modal.