“Sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama 'beyond procurement' (di luar pengadaan) kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli,” jelasnya.
Selain sektor pertahanan, kerja sama Indonesia dan Prancis juga mencakup bidang energi, infrastruktur, ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan mineral strategis. Kedua negara juga tengah menjajaki peningkatan kemitraan yang lebih komprehensif.
Sugiono menilai hubungan personal antara Prabowo dan Macron menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat hubungan bilateral tersebut. Prancis sendiri disebut sebagai salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Eropa.
“Prancis juga merupakan mitra strategis Indonesia. Peningkatan hubungan kemitraan strategis yang lebih komprehensif ini sedang dibahas sehingga diharapkan saat itu terjadi nanti cakupan kerja sama yang kita lakukan dengan Prancis juga akan menjadi lebih luas dan lebih strategis,” ujarnya.