Pernyataan Feri Amsari Dinilai Menyesatkan Publik, Data Produksi Beras Jadi Rujukan
DETIKMERDEKA - Pernyataan Feri Amsari yang menyebutkan swasembada pangan sebagai “kebohongan” dinilai menyesatkan publik. Sejumlah pihak menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan data produksi pangan nasional.
Isu ini mencuat di tengah peningkatan produksi beras dalam setahun terakhir. Perdebatan muncul antara narasi kritik dan data statistik yang tersedia.
Data Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras nasional mencapai 34,69 juta ton pada periode 2025–2026. Angka ini melampaui kebutuhan nasional yang berada di kisaran 30,5 juta ton.
Kenaikan produksi juga terlihat dari tambahan gabah sebesar 7,1 juta ton. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 4,1 juta ton beras. Kondisi ini menunjukkan adanya surplus produksi di tingkat nasional.
Proyeksi dari lembaga internasional juga sejalan. Food and Agriculture Organization dan United States Department of Agriculture memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2025 berada di kisaran 34,6 juta ton.
Peneliti Senior Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Prof Hasil Sembiring, menyebutkan peningkatan produksi bukan terjadi secara kebetulan. Ia menilai ada faktor teknis yang bisa dihitung secara jelas.