Iran masih membuka jalur terbatas bagi kapal yang bersedia membayar tol. Namun, rute aman yang tersedia sangat terbatas. Sejumlah ranjau diduga hanyut atau tidak tercatat dengan baik saat dipasang.
Proses pembersihan ranjau laut dinilai jauh lebih sulit dibanding pemasangannya. Kondisi ini menjadi kendala utama bagi Iran. Amerika Serikat juga disebut tidak memiliki kemampuan pembersihan ranjau yang cepat untuk situasi ini.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan selat tetap dibuka dengan mempertimbangkan kondisi yang ada.
“dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” ujarnya.
Pernyataan itu dipahami sebagai pengakuan atas kesulitan Iran dalam menangani ranjau laut. Situasi ini membuat pembukaan penuh Selat Hormuz masih belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.