Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,11 Persen, Risiko Resesi RI Rendah

April 13, 2026 - 22:33
Foto: Istimewa
1 dari 3 halaman

DETIKMERDEKA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang tangguh meski dunia tengah dilanda ketidakpastian. Ia menilai situasi ini sangat berbeda dibandingkan krisis ekonomi 1998.

Dalam paparannya, Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11 persen, menjadikannya yang tertinggi kedua di antara negara G20 setelah India. Di sisi lain, defisit anggaran Indonesia tetap terjaga di bawah 3 persen, lebih rendah dibanding sejumlah negara lain seperti India (4 persen), Prancis (4,4 persen), dan Amerika Serikat (6,3 persen).

Proyeksi dari lembaga global seperti International Monetary Fund dan World Bank menunjukkan pertumbuhan ekonomi dunia hanya berada di kisaran 2,6–3,3 persen. Sementara itu, Indonesia diperkirakan mampu tumbuh hingga sekitar 5,3 persen pada tahun ini.

Airlangga bahkan optimistis kinerja ekonomi pada awal tahun 2026 akan lebih kuat.

"Jauh berbeda dengan situasi tahun 1998. Dari segi ekonomi makro, saya katakan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) adalah 5,11 persen. Dan proyeksi tahun ini di atas 5,3 persen. Dan kuartal pertama tahun ini, kami optimis pertumbuhan Indonesia di kuartal pertama sekitar 5,5 persen," kata Airlangga dalam Media Briefing bersama media internasional di Auditorium Bakom RI, Jakarta, Senin (13/4/2026).

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.