Manuver Prabowo Ajak Bahlil ke Rusia: Mengunci Kedaulatan Energi di Tengah Badai Geopolitik Dunia

April 13, 2026 - 18:38
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Bandara Vnukovo-2 di Moskow, Federasi Rusia, pada Senin, 13 April 2026, pukul 07.45 waktu setempat (WS). Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
2 dari 3 halaman

Setidaknya ada tiga poin utama dalam pergeseran strategi ini:

Diversifikasi Radikal: Mengakhiri ketergantungan tunggal pada satu kawasan (Timur Tengah) untuk meminimalisir risiko sistemik.

Alternatif Logistik: Mencari rute pengiriman yang lebih stabil demi menjamin ketersediaan BBM di dalam negeri.

Efisiensi Fiskal: Kerja sama dengan Rusia diharapkan mampu menjaga stabilitas harga energi domestik, sekaligus mengerem pembengkakan subsidi energi yang berpotensi menyedot APBN hingga ratusan triliun rupiah.

Sinyal Non-Blok yang Agresif

Misi ke Rusia ini juga mempertegas gaya diplomasi "Indonesia Baru": agresif, langsung, dan sangat pragmatis dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Indonesia memposisikan diri sebagai pemain yang cerdas—tidak memihak dalam blok politik, namun sangat aktif dalam mengamankan kebutuhan perut dan industri nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di Rusia adalah upaya memastikan bahwa "dapur" Indonesia tetap mengepul meski dunia sedang tidak baik-baik saja.

Re-desain Peta Energi Nasional

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.