Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut dapat memunculkan efek gema atau echo chamber, di mana sebuah isu tampak besar dan meluas, meskipun sebenarnya hanya berasal dari kelompok kecil.
"Jadi, yang agak repot mungkin 100 orang, 200 orang, mungkin 1.000 orang, mungkin 5.000 orang bisa bikin heboh. Nah, ini namanya echo chamber. Ada ini dalam pembelajaran intelijen, ini ada, bagaimana merusak sebuah negara lain," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri hingga pejabat eselon I, guna memastikan pemahaman yang sama terkait tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Angga Raka Prabowo, menyampaikan bahwa arahan langsung dari Presiden penting untuk menyatukan langkah seluruh jajaran pemerintahan.