DETIKMERDEKA - Presiden Prabowo Subianto menyoroti meningkatnya ancaman penyebaran hoaks dan fitnah di media sosial yang dinilai dapat mengganggu stabilitas negara, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam arahannya pada rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Dalam forum tersebut, Presiden menegaskan bahwa pola ancaman terhadap suatu negara kini telah mengalami perubahan signifikan.
"Dulu kirim pasukan, kirim bom, sekarang tidak perlu. Mungkin dengan permainan sosmed, dengan fitnah, hoaks," kata Prabowo.
Menurut Presiden, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan dan sistem digital memungkinkan pihak tertentu mengelola banyak akun secara bersamaan dalam skala besar. Hal ini dinilai dapat menciptakan persepsi publik yang menyesatkan.