Kisah Driver MBG di Pedalaman Sumsel, Tembus Jalan Berlumpur Demi Antar Makanan Anak Sekolah

March 5, 2026 - 21:40
2 dari 3 halaman

“Kalau di Desa Catur Tunggal ada satu titik lokasi banjir. Terus di Mukti Karya ada satu titik lagi. Jadi kalau musim hujan, di situ pasti ada banjir kalau malam hujan,” ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan, kendaraan yang ia kemudikan bahkan pernah terjebak di jalan berlumpur. Saat kondisi itu terjadi, Teguh bersama rekannya harus meminta bantuan tim lain dari dapur MBG untuk membantu menarik kendaraan agar dapat melanjutkan perjalanan.

“Kalau nyangkut pernah. Kami pernah nyangkut. Tapi kami langsung hubungi rekan-rekan divisi yang sudah selesai bekerja untuk bantuin,” katanya.

Meski harus menghadapi berbagai kendala di lapangan, Teguh mengaku tetap menikmati pekerjaannya. Baginya, tugas sebagai driver MBG bukan sekadar mengantar makanan, tetapi juga menyaksikan secara langsung kebahagiaan anak-anak yang menerima makanan bergizi setiap hari.

Sebelum bekerja di dapur MBG, Teguh bekerja sebagai buruh pengangkut dan penyadap getah karet dengan penghasilan yang tidak menentu. Saat itu rata-rata pendapatannya hanya sekitar Rp700 ribu per bulan.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.