Ia juga menilai perayaan Imlek tahun ini memiliki makna yang semakin mendalam karena berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan umat Islam. Momentum tersebut, kata Presiden, menjadi gambaran nyata wajah Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi.
“Imlek hadir berdampingan dengan bulan suci Ramadan umat Islam. Ini adalah wajah asli Indonesia. Berbeda, tapi rukun. Beragam, tapi satu tujuan,” tegas Presiden Prabowo.
Kepala Negara turut mengapresiasi penyelenggaraan Imlek Festival 2026 di berbagai daerah sebagai wujud harmoni nasional yang hidup di tengah masyarakat.
“Harmoni ini hidup di seluruh Nusantara. Ini bukti bahwa persatuan Indonesia bukan hanya slogan. Persatuan Indonesia adalah kenyataan,” ujarnya.