Pasokan Diperkuat, Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramat Jati Mulai Turun

February 20, 2026 - 13:37
Dok. Badan Pangan Nasional
2 dari 3 halaman

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa secara nasional produksi cabai rawit dalam kondisi cukup. Kenaikan harga sebelumnya lebih dipicu kendala teknis pada proses distribusi dan panen.

“Memang ada dua problem, yang pertama adalah secara prinsip pasokan atau stoknya tinggi, cukup produksinya tinggi, tapi problemnya dalam petik. Pada saat hujannya tinggi, tenaga kerja yang memetik tidak ada, tidak berani karena akan cepat busuk,” jelasnya saat sidak Satgas di PIKJ.

Ia menambahkan, faktor cuaca serta momentum libur turut memengaruhi ketersediaan tenaga kerja panen sehingga pasokan yang masuk ke pasar sempat terhambat.

Untuk mempercepat stabilisasi harga, Bapanas akan mengoptimalkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), terutama dengan membantu menekan ongkos angkut dari sentra produksi ke Jakarta yang saat ini berkisar Rp 9.000–10.000 per kilogram.

“Sebagaimana perintah dari Bapak Andi Amran Sulaiman (Kepala Bapanas), lakukan FDP, maka ini akan bisa mengkoreksi harga, minimal Rp 5.000 sampai Rp 10.000,” tegas Ketut.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.