Menurutnya, masyarakat kecil menjadi kelompok yang paling terdampak jika terjadi lonjakan harga pangan. Kenaikan komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng akan langsung memukul pengeluaran rumah tangga.
“Hal yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil. Kalau harga beras, gula, atau minyak goreng naik tidak wajar, itu langsung memukul pengeluaran rumah tangga. Maka pengendalian inflasi pangan harus menjadi perhatian serius,” kata dia.
Ia pun mendorong sinergi kuat antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama melalui instrumen fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan, agar daya beli masyarakat tetap terjaga sepanjang Ramadan hingga Idulfitri.