Presiden Prabowo Targetkan 1.000 Desa Nelayan Beroperasi pada 2026, Menuju 5.000 Desa hingga 2029

February 14, 2026 - 15:39
Presiden Prabowo Subianto Berpidato di Acara Indonesia Economic Outlook 2026 pada 13/02/2026 images by Setpres RI
2 dari 3 halaman

“Ini semua bukan hand out, bukan kita bagi-bagi ini, kita organisasi dalam koperasi, semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah,” jelas Presiden.

Dalam skema tersebut, pemerintah memberikan kelonggaran waktu pengembalian investasi agar tidak memberatkan nelayan, dengan tenor di atas satu dekade.

“Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun, yang tidak ada masalah karena para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun sering minta restrukturisasi,” ungkapnya.

Selain fokus pada desa nelayan, Presiden juga menyoroti percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa. Dalam waktu dekat, ratusan koperasi ditargetkan mulai beroperasi, sementara hampir 30.000 koperasi beserta gudang disebut telah memasuki tahap pembentukan.

Setiap koperasi nantinya akan dilengkapi gudang, cold storage, gerai kebutuhan pokok, klinik desa, farmasi murah, serta layanan pembiayaan mikro berbunga ringan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir.

© 2026 Detik Merdeka | All rights reserved.