Parlemen Turki diwarnai kericuhan saat Presiden Recep Tayyip Erdogan menunjuk Akin Gurlek sebagai Menteri Kehakiman pada Rabu (11/2). Penunjukan Gurlek, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Jaksa Istanbul, memicu protes keras dari anggota parlemen oposisi hingga berujung aksi saling dorong dan adu jotos di ruang sidang.
Keributan pecah ketika sejumlah anggota oposisi berupaya menghalangi Gurlek untuk mengucapkan sumpah jabatan. Mereka menilai sosok Gurlek kontroversial, mengingat rekam jejaknya dalam menangani sejumlah perkara sensitif selama menjabat sebagai jaksa. Situasi memanas di tengah prosesi resmi, memaksa pimpinan sidang menghentikan sementara jalannya rapat.
Meski diwarnai kekacauan, prosesi pelantikan tetap dilanjutkan. Gurlek akhirnya mengucapkan sumpah jabatan dengan pengawalan ketat dan dikelilingi anggota parlemen dari partai berkuasa. Insiden tersebut menambah daftar panjang ketegangan politik antara pemerintah dan oposisi di Turki, terutama dalam isu-isu yang berkaitan dengan independensi lembaga peradilan.
Peristiwa ini mencerminkan polarisasi politik yang masih kuat di Turki, khususnya dalam setiap kebijakan strategis yang diambil pemerintahan Erdogan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak oposisi maupun pemerintah terkait langkah lanjutan pasca-kericuhan tersebut.